30 May 2009

Bang bing bung, jangan bingung

Kamu kanan, aku kiri.

Kamu terus meyakinkan aku,
bahwa kita berdua ibarat 2 garis yang letaknya sejajar.

Mau ditarik sepanjang apapun garis itu,
nggak akan pernah ketemu ujungnya,
apalagi sampe bersatu.

Maaf,
andai kamu baca ini,
jujur,

aku nggak mau kamu pergi.

Ada kamu atau nggak ada kamu, aku emang nangisan.
Jadi nggak sepenuhnya salah kamu aku nangis.

Ah.. ya gitu lah.

Aku nggak mau bikin kamu pusing dengan sifat plin-plan aku yang selalu datang di saat nggak tepat.
Ya contohnya,

sekarang.

Hhh..
Mungkin aku belum siap untuk melepaskan kamu.
Atau mungkin,


nggak pernah mau untuk siap.

2 comments: