Setelah seleaai makan, saya iseng membelah kepalanya si udang jadi dua bagian. Eh, tiba-tiba ada semacam cairan-cairan hitam keluar dari kepalanya.
Adek saya bilang, "Emang udang kan kalo (maaf) eek, dari kepala, mbak."
Saya cuma 'ah-oh' doang.
Lalu pas di bis menuju Jakarta, saya baru sadar.
Saya baru tau sekarang, makna sesungguhnya dari konotasi 'otak udang'.
No comments:
Post a Comment