Hari ini hujan, deras banget. Sayangnya gue nggak bisa ada di tengahnya, untuk menikmatinya. Gue cuma bisa memandang dari dalam kaca mobil. Senang banget rasanya, waktu beberapa menit sebelumnya gue ada di rooftop Torry Coffee, melihat keatas, melihat pemandangan awan gelap bercampur petir tanda mau hujan. Akhirnya......., bisik gue dalam hati. Setelah berapa bulan gue nggak merasakan rintikan air itu.
Jalanan macet, sepanjang perjalanan gue nggak bisa berhenti tersenyum. Tanpa sadar, di pikiran gue udah mulai menari tentang kenangan itu. Kenangan yang melibatkan 2 orang paling berharga yang pernah gue temui di hidup gue. Sahabat gue, teman sepermainan, teman tertawa, teman menangis, teman berbagi cerita, berbagi segalanya, Arya dan Ajeng.
Kita pernah bahkan selalu melakukan semua hal bareng-bareng. Kita pernah bahkan selalu kehujanan bareng-bareng.
Kita basah kuyup, kita (mungkin) merasakan kedinginan, tapi kita terhangatkan oleh persahabatan kita. Kita mengeluh, tapi kita tertawa. Kita senang, kita bahagia. Hujan melunturkan semua perasaan sedih kita, hujan membuat gue berfikir betapa beruntungnya gue saat itu ada di samping kalian berdua. Hujan selalu mengingatkan gue, bahwa kalian berdua adalah yang terbaik, yang paling berharga, yang paling rapuh, yang harus selalu gue jaga supaya nggak jatuh trus pecah.
Gue terus berfikir, bisa nggak ya hujan mengembalikan semuanya? Mungkinkah sewaktu kita bertiga ketemu, lalu pada saat itu hujan, kita tertawa lagi, kita tersenyum lagi, kita merasakan hangat yang pernah kita rasain dulu lagi? Mudah-mudahan, karena gue udah capek berdoa sama Tuhan tentang hal ini.
Ups, maaf. Air mata gue udah jatuh satu per satu.
No comments:
Post a Comment