29 July 2008

Tempat Istirahat Saya

Setelah waktu demi waktu saya, saya habiskan buat menangis, saya baru sadar.

Saya nangis........... untuk siapa?



Jawabannya: Enggak ada.

Selama ini saya menangis tanpa arti, hanya sekedar memuaskan nafsu mengeluarkan air mata saja sebenarnya. Saya gila.
Saya menangis hanya sekedar mencari pelarian dari semua sakit yang sudah saya tahan sejak 4 tahun yang lalu. Saat itu saya masih kecil. Saya nggak tahu gimana caranya melampiaskan kesedihan dan amarah saya kecuali dengan nangis. Akhirnya terbawa, hingga sekarang, dimana saya mulai beranjak dewasa.

Kalau menangis, rokok dan mencoba bunuh diri bukan persinggahan yang tepat untuk pelarian saya, lalu saya harus istirahat dimana? Saya nggak sanggup nahan semuanya sendirian...........

No comments:

Post a Comment